Jumat, 22 April 2016

Bait Demi Bait

Jari tangan ku mulai kaku, tubuh ku mulai  linu, mata ku mulai sayu, tapi otak ku masih saja memikirkan kamu. Kalau saja, kamu disampingku. Aku ingin bersandar dibahu mu, menyelesaikan setiap bait demi bait yang menjelajah dipikiran ku tentang kamu.

Kamu, adalah abjad yang ingin aku jadikan sebuah puisi dari huruf demi huruf yang aku imajinasikan, agar hidup dan indah karna ada kamu didalam setiap jarak spasinya.

Juga bukan kamu ...

Kisah ini hanya sebuah mimpi yang aku sendiri belum tau alur dari akhir ceritanya.
Kamu adalah energiku, semangat dari segala rasa lelahku, semoga kamu tidak pernah jenuh, untuk selalu ada didalam imajinasi ku.

kamu ...

Iyalah kamu, tetap disitu ...
Biarkan aku mentap mu dari jauh, beri aku sedikit waktu untuk memandang mu lebih lama lagi dari ini.
Jangan beranjak pergi, Aku masih rindu segala yang ada pada kamu. Tegap berdiri mu, atau bahkan postur tubuh mu.
Sayang, jangan biarkan aku tersadar dalam lamunan ku ini, karna aku hanya mampu melihat mu dalam bayang semu, imajinasi, ekspetasi yang aku buat sendiri.

kamu...
Lamunan, dalam bait demi bait ku...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar