Minggu, 08 Juli 2012
Diperbatasan Senja
Hey, kamu yang disana...
Baru-baru ini aku dengar kamu telah berhasil menjadi sosok seorang ayah.
Ini tepat tahun ketiga kamu memutuskan untuk memilihnya.
Mau tak mau kini harus ku tanggung lagi rasa perihnya,
atas kehadiran bayi mungil diantara kehidupan kalian.
Harusnya itu aku, aku yang menjadi Ibu dari anak-anakmu,
tapi takdir berkata lain dan tak pernah mengijinkan kita dipersatukan.
Kamu yang selalu aku cinta...
tak perlu merasa berdosa dan apalagi bersalah,
percayalah, aku disini akan baik-baik saja,
tak rapuh dan hancur seperti yang kamu kira.
Mungkin hanya luka yang tersisa dan masih begitu terasa,
dan tak perlu cemas jika aku akan membencimu,
sesungguhnya hal itu tak akan pernah ada dalam benak ku.
Kamu yang selalu aku rindu...
Singgahlah sebentar diteras depan rumahku,
rumah yang dulu kau persiapkan untuk kita dimasa depan.
Tapi, sekarang rumah ini hanya tinggal sepenggal harapan.
Oh ya, jangan lupa, ajak anakmu, tapi jangan kamu ajak istrimu,
aku hanya ingin kita bertiga, berhayal jika aku adalah Ibu dari anakmu, Maaf.
Kamu yang selalu menjadi dambaan...
Sore ini aku ingin ajak kalian ketaman belakang,
nanti akan aku buatkan kamu secangkir kopi kepahitan,
dengan pemandangan taman langit berwarna jingga diperbatasan senja.
Dan jangan kamu tanyakan, mengapa saat ini aku masih menyendiri,
bukan aku tak bisa mencari penggantimu, mungkin ini maunya hatiku.
Yang masih mengharapkanmu,
yang selamanya mencintaimu.
Jumat, 27 April 2012
Jadilah Kenangan Yang Tak Terjama Ingatan
Kita tak pernah ada, lalu tercipta, dan kemudian terpisah. seperti itulah cinta; cinta yang fana namun begitu nyata.
Selamat tinggal", kataku yang sedikit lesu. Lalu engkau hanya menatapku dengan binar air mata yang jatuh tak berdosa, mungkin enggan melepasku yang akan pergi jauh dari genggaman dan tatapanmu.
Aku hanya mampu memlukmu, dan membisu, tak sanggup mengucap kata perpisahan kita selanjutnya.
Semoga nanti kau menemukan hati yang benar-benar mampu membuatmu bahagia", katamu yang sedang memeluk ku dan berbisik tersedak air mata. Aku hanya diam, sebab engkau tak tahu apa yang diinginkan oleh hatiku. Aku hanya ingin engkau, engkau yang mau menerimaku dengan ketidak sempurnaanku.
Beberapa waktu silam, sebelum semua tenggelam...
Kita adalah sebuah rumah gubuk yang dekil, yang ku bangun dari puing-puing kesederhanaan, yang ku tata rapih dari beribu kehangatan. Engkau adalah rumah kenyamananku, ketika rasa lelah yang menggelondot pada kedua bahuku, ketika rasa kantuk yang menggelayut pada kelopak mataku.
Kini tiada lagi kenyamanan yang aku rasakan, hanya rasa kesal dimana harus aku cari sebuah kehangatan yang dulu aku dapatkan disebuah gubuk yang dekil, yang selalu terpancar senyuman kesederhanaan. Kemana aku harus berjalan ketika sudah tiada tujuan yang selalu jadi petunjuk jalan. Aku hanya mampu bersembunyi disebuah lorong jalan, menjauh dari sebuah kenyataan yang menghancurkan, menyembuyikan air mata kesakitan.
Ada seribu kegelapan yang tumbuh dihatiku, aku rindu debar senyumanmu, aku rindu sentuhan hangatmu, aku rindu kata yang menggelitik apada daun telingaku, apa kamu tahu ?"Dibelakangmu aku masih sangat merindukanmu". Disusut kesunyian disepertiga malam yang baru saja tiba, Tuhan tak memberikan sedikit jawaban dari kesedihan yang bersemayam. Langit pun seolah-olah memeberi jawaban dari rintikan hujan yang jatuh perlahan; Tak semua cinta ditakdirkan untuk selalu bersama.
Jadilah kenangan yang tak terjama ingatan, yang hadir ketika aku hanya mengingatmu. Jadilah kenangan yang tumbuh dalam kerinduan, yang hadir ketika aku mengenangmu.
Love ...
Selamat tinggal", kataku yang sedikit lesu. Lalu engkau hanya menatapku dengan binar air mata yang jatuh tak berdosa, mungkin enggan melepasku yang akan pergi jauh dari genggaman dan tatapanmu.
Aku hanya mampu memlukmu, dan membisu, tak sanggup mengucap kata perpisahan kita selanjutnya.
Semoga nanti kau menemukan hati yang benar-benar mampu membuatmu bahagia", katamu yang sedang memeluk ku dan berbisik tersedak air mata. Aku hanya diam, sebab engkau tak tahu apa yang diinginkan oleh hatiku. Aku hanya ingin engkau, engkau yang mau menerimaku dengan ketidak sempurnaanku.
Beberapa waktu silam, sebelum semua tenggelam...
Kita adalah sebuah rumah gubuk yang dekil, yang ku bangun dari puing-puing kesederhanaan, yang ku tata rapih dari beribu kehangatan. Engkau adalah rumah kenyamananku, ketika rasa lelah yang menggelondot pada kedua bahuku, ketika rasa kantuk yang menggelayut pada kelopak mataku.
Kini tiada lagi kenyamanan yang aku rasakan, hanya rasa kesal dimana harus aku cari sebuah kehangatan yang dulu aku dapatkan disebuah gubuk yang dekil, yang selalu terpancar senyuman kesederhanaan. Kemana aku harus berjalan ketika sudah tiada tujuan yang selalu jadi petunjuk jalan. Aku hanya mampu bersembunyi disebuah lorong jalan, menjauh dari sebuah kenyataan yang menghancurkan, menyembuyikan air mata kesakitan.
Ada seribu kegelapan yang tumbuh dihatiku, aku rindu debar senyumanmu, aku rindu sentuhan hangatmu, aku rindu kata yang menggelitik apada daun telingaku, apa kamu tahu ?"Dibelakangmu aku masih sangat merindukanmu". Disusut kesunyian disepertiga malam yang baru saja tiba, Tuhan tak memberikan sedikit jawaban dari kesedihan yang bersemayam. Langit pun seolah-olah memeberi jawaban dari rintikan hujan yang jatuh perlahan; Tak semua cinta ditakdirkan untuk selalu bersama.
Jadilah kenangan yang tak terjama ingatan, yang hadir ketika aku hanya mengingatmu. Jadilah kenangan yang tumbuh dalam kerinduan, yang hadir ketika aku mengenangmu.
Love ...
Kamis, 23 Februari 2012
Maaf ( Aku Pergi )
Maaf ,,
Kata yang sederhana yang kini aku punya. Saat mulutku tak mampu berkata, dan tubuh yang tak mampu memberi isyarat dengan jelas". Kini hanya air mata yang jadi luapan segala cara, lalu hati memohon dengan ikhlas, maaf :""""...
Aku harus pergi ...
Semua cerita kita tak akan mati, aku simpan semua rapih dalam peti." tempat dimana aku simpan semua kebahagiaan yang pernah singgah"...
Senja ku, akan selalu menjagamu. Hujan ku, akan selalu merindukanmu. Lalu malam ku akan selalu menemanimu hingga nanti kau sambut pagimu dengan senyuman yang anggun, seperti embun yang selalu menghiasi pelataran teras rumah mu. Itu aku"...
Setiap hembusan nafasku, terselip do'a untukmu." Semoga kebahagiaan selalu ada disimu". Jadikan aku teman masa lalumu, karna aku bukanlah teman masa depanmu ..
Dengan langkah tak pasti, dan hati yang lirih, semua terasa begitu perih :" ...
Dan kini langkahku semakin jauh :" ..
Maaf aku pergi ...
Kata yang sederhana yang kini aku punya. Saat mulutku tak mampu berkata, dan tubuh yang tak mampu memberi isyarat dengan jelas". Kini hanya air mata yang jadi luapan segala cara, lalu hati memohon dengan ikhlas, maaf :""""...
Aku harus pergi ...
Semua cerita kita tak akan mati, aku simpan semua rapih dalam peti." tempat dimana aku simpan semua kebahagiaan yang pernah singgah"...
Senja ku, akan selalu menjagamu. Hujan ku, akan selalu merindukanmu. Lalu malam ku akan selalu menemanimu hingga nanti kau sambut pagimu dengan senyuman yang anggun, seperti embun yang selalu menghiasi pelataran teras rumah mu. Itu aku"...
Setiap hembusan nafasku, terselip do'a untukmu." Semoga kebahagiaan selalu ada disimu". Jadikan aku teman masa lalumu, karna aku bukanlah teman masa depanmu ..
Dengan langkah tak pasti, dan hati yang lirih, semua terasa begitu perih :" ...
Dan kini langkahku semakin jauh :" ..
Maaf aku pergi ...
Langganan:
Postingan (Atom)


