Aku hilang arah.
Aku mati langkah.
Aku terjebak.
Aku tersudut mati pada sebuah ruang masa lampau.
Selama perjalan ini sudah jauh ku berlayar pergi.
Tapi, tetap saja tak ada tempat tertuju untuk kembali.
Terombang-ambing, terbentur tebing, jatuh terguling-guling.
Perih, luka robek mengnganga dari ujung kaki sampai ujung kepala.
Sakit, tak tertahan. Semua luka ku jahit sendiri demi perlahan.
Perjalanan dan percarian ku tak berhenti.
Tetap, harus aku temukan tempat ku kembali.
Sendiri, gelap, sepi semua ku lewati.
Takut, akan mati sebelum sampai dengan apa yang ku cari.
Harus kemana lagi ?
Harus apalagi ?
Putus asa, pupus sudah.
Luka dan luka yang tiada pernah terobati.
Sampai, pada suatu malam menjelang pagi.
Tuhan kirimkan gambaran pada langitnya yang mulai menerang.
Cahaya kecil dalam kegelapan, semoga itu sebuah titik terang dan harapan.
Tapi, apa aku sanggup ?
Terlihat kecil dan sangat teramat jauh.
Akan mustahil aku sampai pada titik itu.
Karna, apa yang selama ini aku cari dan aku tuju. Ialah kamu.
Yang pergi, dan hal yang selalu aku sesali