Minggu, 29 Maret 2015

Peri Kecil

Tuhan sudah menakdirkan setiap mahkluknya untuk saling berdampingan, saling jatuh cinta dan saling memiliki. Begitu juga dengan aku, yang ingin merasakan semuanya dengan sesempurna mungkin dan sebahagia mungkin.

Dan, pada suatu saat aku merasakan semuanya. Setelah beberapa waktu lalu aku berada disebuah jurang terjal kehilangan. Tuhan, kali ini aku jatuh cinta kembali, pada suatu sosok yang aku anggap seperti peri kecil didalam kegelapan, menunjukan cahayanya untuk keluar dari jurang terjal kemarin. Sosok peri kecil, namun penuh semangat ketika aku berada didekatnya, aku ingin memilikinya Tuhan ! Aku ingin ada seseorang yang benar-benar tulus untuk saling jatuh cinta.

Lambat waktu berjalan, sosok peri kecil itu sudah menjadi milik ku. Tapi, lagi-lagi kini aku akan berada didekat jurang yang terjal akibat sebuah perasaan yang mungkin aku tidak tahu keluar dari mana dan kesalahan aku atau dia yang kita perbuat tanpa sebab dan alasan yang jelas. Saat ini aku hanya menyerahkan seluruh hatiku pada Tuhan yang nantinya menentukan atas segala kebahagiaan dan kesedihanku berada dimana. Wahai sosok peri kecilku, ketika kamu menanyakan bagaimana perasaanku atas dirimu berada dihatiku, aku akan tetap pada satu jawaban sebelum aku mencoba mendekatimu dan sekarang mencintaimu dengan utuh.

Tuhan, apa ini suatu ujian bagiku dari Mu ? Ini terlalu sakit atau aku yang terlalu lemah ? Aku harus bagaimana ? Aku cinta dan menyayanginya, Tuhan !

Wahai peri kecilku, aku tidak pernah bercita-cita mencintaimu lalu pergi begitu tanpa sebab dan penjelasan atau aku menyakitimu. Tujuan aku mencintaimu hanyalah ingini mengubah segala kesedihan yang kamu miliki menjadi sebuah senyuman. Senyuman sederhana yang bisa mengubah hal kecil menjadi luar biasa. Sekarang, semuanya ada didalam dirimu dan hatimu sendiri sayang; aku hanya mampu berusaha untuk menjadi yang kamu inginkan dengan aku menjadi diriku sendiri.

Aku memang bukan dia atau yang lain nya, yang mungkin selalu bisa membuatmu tertawa berlebihan dan tidak begitu sempurna. Apapun akan aku berikan untuk kebahagianmu, tapi tidak dengan kepergianku. Aku hanya ingin kita selalu melewati waktu dan nafas dalam satu langit dan jiwa yang menyatu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar