Jumat, 27 April 2012

Jadilah Kenangan Yang Tak Terjama Ingatan

Kita tak pernah ada, lalu tercipta, dan kemudian terpisah. seperti itulah cinta; cinta yang fana namun begitu nyata.

Selamat tinggal", kataku yang sedikit lesu. Lalu engkau hanya menatapku dengan binar air mata yang jatuh tak berdosa, mungkin enggan melepasku yang akan pergi jauh dari genggaman dan tatapanmu.
Aku hanya mampu memlukmu, dan membisu, tak sanggup mengucap kata perpisahan kita selanjutnya.

Semoga nanti kau menemukan hati yang benar-benar mampu membuatmu bahagia", katamu yang sedang memeluk ku dan berbisik tersedak air mata. Aku hanya diam, sebab engkau tak tahu apa yang diinginkan oleh hatiku. Aku hanya ingin engkau, engkau yang mau menerimaku dengan ketidak sempurnaanku.

Beberapa waktu silam, sebelum semua tenggelam...
Kita adalah sebuah rumah gubuk yang dekil, yang ku bangun dari puing-puing kesederhanaan, yang ku tata rapih dari beribu kehangatan. Engkau adalah rumah kenyamananku, ketika rasa lelah yang menggelondot pada kedua bahuku, ketika rasa kantuk yang menggelayut pada kelopak mataku.

Kini tiada lagi kenyamanan yang aku rasakan, hanya rasa kesal dimana harus aku cari sebuah kehangatan yang dulu aku dapatkan disebuah gubuk yang dekil, yang selalu terpancar senyuman kesederhanaan. Kemana aku harus berjalan ketika sudah tiada tujuan yang selalu jadi petunjuk jalan. Aku hanya mampu bersembunyi disebuah lorong jalan, menjauh dari sebuah kenyataan yang menghancurkan, menyembuyikan air mata kesakitan.

Ada seribu kegelapan yang tumbuh dihatiku, aku rindu debar senyumanmu, aku rindu sentuhan hangatmu, aku rindu kata yang menggelitik apada daun telingaku, apa kamu tahu ?"Dibelakangmu aku masih sangat merindukanmu". Disusut kesunyian disepertiga malam yang baru saja tiba, Tuhan tak memberikan sedikit jawaban dari kesedihan yang bersemayam. Langit pun seolah-olah memeberi jawaban dari rintikan hujan yang jatuh perlahan; Tak semua cinta ditakdirkan untuk selalu bersama.

Jadilah kenangan yang tak terjama ingatan, yang hadir ketika aku hanya mengingatmu. Jadilah kenangan yang tumbuh dalam kerinduan, yang hadir ketika aku mengenangmu.


Love ...



1 komentar:

  1. "Ada seribu kegelapan yang tumbuh dihatiku, aku rindu debar senyumanmu, aku rindu sentuhan hangatmu, aku rindu kata yang menggelitik apada daun telingaku, apa kamu tahu ?"Dibelakangmu aku masih sangat merindukanmu". Disusut kesunyian disepertiga malam yang baru saja tiba, Tuhan tak memberikan sedikit jawaban dari kesedihan yang bersemayam. Langit pun seolah-olah memeberi jawaban dari rintikan hujan yang jatuh perlahan; Tak semua cinta ditakdirkan untuk selalu bersama.

    Jadilah kenangan yang tak terjama ingatan, yang hadir ketika aku hanya mengingatmu. Jadilah kenangan yang tumbuh dalam kerinduan, yang hadir ketika aku mengenangmu."

    2 paragraf ini kakaaaaaaaak.. :')

    BalasHapus